Riset UNISAN Sidrap Bongkar Fakta Mengejutkan! 70% Peternak Telur Belum Efisien, Ini Solusinya!
Tim peneliti dari Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN) mengungkap temuan penting terkait sektor unggulan Kabupaten Sidrap, yaitu peternakan ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 70% peternak telur di Sidrap masih belum efisien secara teknis, meskipun daerah ini dikenal sebagai sentra produksi telur terbesar di Indonesia Timur.
Penelitian ini dipimpin oleh Romy Nugraha, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISAN Sidrap, melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kemendiktisaintek Tahun 2025. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis dan faktor produksi pada peternakan ayam petelur di Sidrap, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset untuk meningkatkan daya saing sektor unggas.
Menurut Romy Nugraha, hasil pengukuran efisiensi menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) menunjukkan bahwa sebagian besar peternak masih menggunakan input secara berlebihan.
“Artinya, mereka sebenarnya masih memiliki ruang besar untuk mengurangi penggunaan input seperti pakan, tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya tanpa mengurangi hasil produksi telur,” jelas Romy.
Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya margin keuntungan peternak. Dalam dua tahun terakhir, kenaikan harga pakan hingga 30% membuat banyak peternak kesulitan menjaga kestabilan produksi. Akibatnya, sebagian memilih mengurangi populasi ayam atau menunda siklus produksi.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Romy dan timnya mengusulkan agar pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan pakan ternak (feedmill) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bentuk dukungan dapat berupa:
-
Subsidi harga pakan bagi peternak kecil,
-
Program pendampingan efisiensi produksi,
-
Pelatihan manajemen pakan berbasis teknologi, dan
-
Skema kemitraan usaha berkelanjutan.
“Kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan swasta melalui CSR bisa menjadi langkah konkret untuk membantu peternak bertahan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sistem peternakan yang lebih tangguh,” tambah Romy.
Dengan efisiensi teknis yang meningkat, peternak dapat:
-
Menghemat biaya operasional,
-
Meningkatkan produktivitas, dan
-
Menciptakan rantai pasok telur yang lebih stabil.
Penelitian ini juga memperkuat komitmen UNISAN Sidrap untuk terus berperan aktif dalam riset terapan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.